Results for NASAPRENEUR

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Dampaknya, peternak gagal mendapatkan hasil panen maksimal dan gagal mendapatkan tabungan ternak karena ternaknya harus dijual paksa. Bagaimana cara mengantisipasinya ?


Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementrian Pertanian RI (5 Juli 2022), PMK sudah menyebar di 21 Provinsi dan lebih dari 232 Kabupaten/Kota. Ternak yang terpapar lebih dari 320 ribu ekor. Ternak yang sembuh sekitar 108 ribu ekor, ternak potong bersyarat sekitar 2.800 ekor, ternak yang mati 2.029 ekor dan ternak belum sembuh ada 206 ribu ekor.

Tingkat angka kematian karena PMK sebenarnya sangat rendah yaitu 1%. Angka ini lebih banyak disebabkan oleh kekurangan nutrisi yang diperparah oleh infeksi sekunder hewan yang terinfeksi (misalnya luka yang terdapat pada lidah, gusi, hidung atau kuku) ditengah penurunan drastis bobot badan. Virus ini memiliki waktu inkubasi dalam kurun waktu 2-14 hari. Dalam beberapa kasus tanda gejalanya sudah muncul dalam waktu kurang dari 24 jam setelah virus menginfeksi. Namun pada berbagai kasus pula virus dapat dikeluarkan oleh hewan yang terinfeksi 1-2 hari sebelum timbul gejala klinis penyakit karena kondisi ternak sehat dan tercukupi nutrisinya. Gejala awal yaitu hipersalivasi (air liur berlebih), demam, ternak lemas dan nafsu makan menurun. Kalau gejala sudah kronis akan terbentuk luka lepuh hingga mengelupas.

Pencegahan PMK dengan cara Biosekuriti

  • Membatasi gerakan hewan (isolasi) baik yang sehat maupun yang sudah terkena PMK.
  • Pengawasan lalu lintas ternak khususnya dari daerah tertular PMK.
  • Desinfeksi aset dan semua material yang terinfeksi (perlengkapan kandang, mobil, baju, dll
  • Vaksinasi
  • Meningkatkan kesadaran bagi masyaraka, peternak, jagal dan pedagang (ternak hidup dan daging).
Penanggulangan PMK dengan Teknologi NASA

Pada hewan ternak selain vaksinasi juga dilakukan ikhtiar lainnya yaitu peningkatan kekebalan tubuh melalui pemberian nutrisi. Nutrisi juga aspek penting upaya pemulihan, sehingga harus disiapkan sedini mungkn agar tidak panik saat benar-benar terjadi. Teknologi NASA yng diberikan untuk meningkatkan nutrisi pada hewan ternak yaitu VITERNA, POC NASA, PPT HORMONIK dan TANGGUH. Selain itu pada prinsipnya hewan ternak saat terkena PMK memerlukan sumber imun dari manapun. Seperti halnya para peternak dilapangan yang juga menambahkan produk NASA lainnya seperti NSTM maupun PROPOLIS untuk mempercepat pemulihan ternak yang terjangkit PMK.

Sebagai pencegahan, VITERNA maupun campuran VITERNA, POC NASA, PPT HORMONIK diberikan sebanyak 1-2 tutup per ekor per hari untuk ternak sapi, 1/2-1 tutup per ekor per hari untuk kambing domba dengan cara dicampurkan dalam pakan basah atau komboran. sedangkan bagi ternak yang sedang terjangkit PMK perlu diberikan dosis yang lebih banyak 3x sampai 5x lipatnya. Bahkan para peternak dilapangan juga menambahkan NSTM maupun PROPOLIS sebanyak 6x sampai 10x tetes dikombinasikan dengan viterna 4 tutup bahkan lebih tergantung tingkat keparahan serta ditambahkan pula dengan jamu tradisional kunyit dan temulawak.

SUPRIYANTO 22.05
Read more ...

Setiap sistem bisnis tentu memiliki spesifikasi masing-masing. Pemahaman yang tepat terhadap sistem dan spesifikasi tersebut menjadi dasar melahirkan pola kerja yang efektif dan efisien guna mencapai kesuksesan jangka panjang. Demikian juga dengan sistem bisnis jaringan/MLM yang merupakan bagian dari sistem bisnis Network Marketing.

Secara umum Network Marketing artinya sesuatu sistem pemasaran dengan model rekruitmen keanggotaan / distributor / mitra usaha, untuk memasarkan produknya, di mana mitra usaha tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan tetapi juga bonus atau komisi atas prestasi jaringannya.

SUPRIYANTO 08.11
Read more ...